Fisika...bicara soal fisika mungkin sebagian besar orang
langsung berpikir tentang suatu pelajaran sulit dan tidak menyenangkan. Fisika
identik dengan rumus, latihan soal, ditambah teori yang memusingkan otak.
Praktikum yang jarang dilakukan, dan bila dilakukan tetap tidak menyenagkan,
malah dianggap beban yang merepotkan. Guru fisika sering kali disyukuri
ketidakhadirannya dan disesalkan kehadirannya. Ulangan atau ujian fisika
merupakan hal yang sangat menegangkan dan menghantui. Image yang melekat pada
fisika inilah yang sebenarnya membuat fisika menjadi populer dengan
kesulitannya.
Selama ini mungkin sebagian besar orang (khususnya
para pelajar) belum mengenal fisika yang sesungguhnya. Tak kenal maka tak sayang.
Tak kenal maka ta’aruf. Cobalah kita menggali hakikat fisika, untuk mencari
tahu bagaimana sebenarnya ilmu fisika ini.
Hakikat fisika :
~Beiser
(1962:V)
“Physics like another science,
involves the actife of pursuit of knowledge and it contains many elements
besides its basic concept.”
~
Karso (1993:71)
“Fisika merupakan ilmu yang lahir
dan dikembangkan melalui langkah-langkah observasi, perumusan masalah,
pengujian hipotesis lewat eksperimen, pengajuan kesimpulan, dan pengajuan
teori/konsep.”
Fisika merupakan bagian dari sains
yang memungkinkan manusia memperoleh kebenaran ilmiah dari fenomena-fenomena
alam, sehingga memudahkan menggambarkan dan mengatur alam.
Lihatlah betapa hakikat fisika yang
sebenarnya sungguh indah. Alam adalah tempat kita tinggal. Alam adalah
kehidupan kita. Jadi siapa bilang fisika itu mempelajari benda mati? Fisika
juga mempelajari tentang fenomena-fenomena alam, tentunya meliputi
kandungan-kandungan alam. Itulah mengapa fisika juga mempelajari hal-hal kimiawi.
Itulah fisika yang erat hubungannya dengan ilmu-ilmu lainnya. Ide fisika
merupakan dasar bagi ilmu-ilmu lain, sehingga fisika disebut sebagi “basic science”. Ringkasnya, “you can
understand other sciences better if you understand physics, kamu akan memahami ilmu lain jika kamu memahami fisika” ;)


