BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Laboratorium dalah salah satu
sarana pendidikan yang dapat digunakan sebagai tempat berlatih, siswa dapat
mengadakan kontak dengan obyek yang dipelajari secara langsung baik melalui
pengamatan maupun dengan melakukan percobaan, dari laboratorium itulah akan
selalu mengalir informasi-informasi ilmiah baru yang berasal dari hasil-hasil
penemuan para peneliti di laboratorium.
Fungsi dari laboratorium adalah
untuk menyampaikan roh/jiwa metode struktur ilmiah. Untuk menjalankan program
laboratorium dengan baik, maka diperlukan adanya pengelolaan laboratorium.
Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelolaan fasilitas laboratorium
(bangunan, peralatan lab, spesimen biologi, bahan kimia), dan aktivitas yang
dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya. Aspek-aspek
pengelolaan laboratorium terdiri dari perencanaan, penataan,
pengadministrasian, pengamatan dan perawatan.
Dari uraian di atas, kita sebagai
mahasiswa jurusan Pendidikan Fisika diharapkan memiliki keterampilan mengelola
laboratorium IPA, khususnya laboratorium fisika. Salah satu caranya yaitu
melalui mata kuliah Pengelolaan Laboratorium. Dimana mahasiswa ditugaskan untuk
melakukan kunjungan/survei ke laboratorium fisika di sekolah menengah. Maka dari itu, kami melakukan kunjungan ke
Laboratorium Fisika SMA NEGERI 1 PURWADADI yang beralamatkan di Jl. Raya
Purwadadi No.1 Telp/Fax (0260) 460596 Subang 41261.
B. Tujuan
Kunjungan ke Laboratorium Fisika
SMA NEGERI 1 PURWADADI memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan
laboratorium fisika di SMA NEGERI 1 PURWADADI, yang meliputi hal-hal berikut:
1. Untuk
mengetahui inventaris alat dan bahan di laboratorium fisika SMA NEGERI 1
PURWADADI.
2. Untuk
mengetahui struktur organisasi laboratorium fisika SMA NEGERI 1 PURWADADI.
3. Untuk
mengetahui program kerja laboratorium fisika SMA NEGERI 1 PURWADADI.
4. Untuk mengetahui denah dan tata letak
laboratorium fisika SMA NEGERI 1 PURWADADI.
5. Untuk mengetahui tata tertib yang ada di laboratorium
fisika SMA NEGERI 1 PURWADADI.
C. Waktu
Kunjungan ke
Laboratorium Fisika SMA NEGERI 1 PURWADADI ini dilaksanakan pada:
Hari : Senin
Hari : Senin
Tanggal : 5 November 2012
Pukul : 13:00
– 15:30 WIB
D. Sasaran
Laboratorium
Fisika SMA NEGERI 1 PURWADADI.
BAB II
KAJIAN TEORI
A.
Pengelolaan Laboratorium
Pengelolaan adalah suatu proses
pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu
sasaran yang diharapkan. Sedangkan laboratorium adalah salah satu sarana pendidikan
yang dapat digunakan sebagai tempat berlatih, siswa dapat mengadakan kontak
dengan obyek yang dipelajari secara langsung baik melalui pengamatan maupun
dengan melakukan percobaan, dari laboratorium itulah akan selalu mengalir
informasi-informasi ilmiah baru yang berasal dari hasil-hasil penemuan para
peneliti di laboratorium. Laboratorium merupakan bagian penting dan utama dalam
proses pendidikan, artinya siswa secara individu atau berkelompok dengan
bimbingan guru belajar berlatih secra aktif menggunakan segenap pancra indera,
otak dan tenaganya memecahkan berbagai masalahnya sendiri dari buku-buku
perpustakaan atau Lembar Kerja Siswa (LKS), kemudian mendiskusikan hasil-hasil
penelaahannya di dalam Laboratorium untuk memperoleh pengetahuan (Dikbud, 1999:
5).
Selain uraian di atas, ada juga
yang mengartikan laboratorium sebagai sutau tempat dilakukannya percobaan dan
penelitian. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atu
ruangan terbuka, kebun misalnya. Dalam pengertian yang terbatas, laboratorium
ialah suatu ruangan tertutup dimana percobaan dan penelitian dilakukan.
Pengelolaan laboratorium berkaitan
dengan pengelolaan, penggunaan, fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan
laboratorium, spesimen biologi, bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan
di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya. Aspek-aspek dari
pengelolaan laboratorium terdiri atas perencanaan, penataan,
pengadministrasian, serta pengamatan dan perawatan.
B.
Fungsi Laboratorium
Menurut Depdikbud
(1999: 12) Fungsi dan peranan dari laboratorium adalah:
1. Laboratorium
sebagai sumber belajar
2. Laboratorium
sebagai metode pendidikan
3. Laboratorium
sebagai prasarana pendidikan.
Sedangkan
menurut Sharma (1981: 205), bahwa salah satu fungsiyang penting laboratorium
adalah memperdalam pemahaman siswa tentang konsep ilmiah dan aplikasinya
berhubungan erat dengan lingkungan alam. Dan fungsi utama dari labratorium
adalah untuk menyampaikan roh/jiwa metode inkuiri ilmiah.
C.
Penataan Laboratorium
Penataan
alat dan bahan laboratorium meliputi penataan yang disesuaikan dengan fasilitas
yang ada di laboratorium, penyimpanan alat (pengelompokkan alat dan penyimpanan
alat yang memerlukan perhatian khusus), penyimpanan zat (dikelompokkan apalagi
zat beracun). Tak kalh pentingnya lagi dalam kegiata laboratorium adalah
memperhatikan dan menjaga keamanan, keselamatan kerja, dan PPPK.
1. Lokasi
dan Ukuran-ukuran
Sebelum laboratorium dibangun hendaknya dipikirkan
secara matang lokasi bangunan laboratorium.
Menurut
buku penentuan perencanaan pembangunan yang diterbitkan oleh proyek penyediaan
fasilitas laboratorium sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas,
departemen pendidikan dan kebudayaan, persyaratan umum lokasi laboratorium
dalam hubungannya dengan bangunan sekolah yang telah ada ialah sebagai berikut:
a. Tidak
terletak di arah angin untuk menghindarkan pencemaran udara.
b. Mempunyai
jarak yang cukup jauh dari sumber air, untuk menghindari pencemaran sumber air.
c. Mempunyai
saluran pembuangan limbah tersendiri, untuk menghindari pencemaran saluran air
penduduk.
d. Mempunyai
jarak cukup jauh dari bangunan yang lain, untuk mendapatkan ventilasi dan
penerangan alam yang optimum. Jarak minimal sama dengan tinggi bangunan
terdekat, atau kira-kira 3 meter.
e. Terletak
pada bagian yang mudah dikontrol dalam kompleks, dalam hubungannya dengan
pencegahan terhadap pencurian, kebakaran dan sebagainya.
Salah satu persyaratan ruangan bagi
laboratorium adalah cukup luas. Tim penyusun buku Penuntun Perencanaan
Pembangunan mengambil ketentuan bahwa luas lantai laboratorium tempat
perlengkapan laboratorium termasuk m2eja, kursi, lemari, dan rak yang ada di
dalamnya ialah kira-kira 100
termasuk ruang persiapan dan gudang. Luas ini
didasarkan atas perhitungan bahwa laboratorium tersebut dipakai oleh 40siswa,
yang berarti tiap siswa menempati ruangan kira-kira 2
. Luas lantai yang
sebaiknya bagi laboratorium tempat siswa melakukan praktikum ialah kira-kira 90
, tidak termasuk ruang
persiapan dan gudang. Laboratorium dengan luas 90
hendaknya mempunyai ruang persiapan seluas 20
, disamping itu
diperlukan juga ruang penyimpanan (gudang) yang besarnya kira-kira 4x5 m,
supaya cukup untuk lemari dan rak. Bila diperlukan ruang gelap hendaknya
lebarnya tidak kurang dari 2m.
D. Organisasi
laboratorium
Kegiatan
laboratorium akan berfungsi dengan baik bila terorganisasi dengan baik pula,
yang melibatkan pimpinan yang bertanggung jawab terhadap seluruh pelaksanaan
kegiatan, penanggung jawab teknis, koordinator, dan laboran, dengan tugas dan
beban kerja yang diembankan pada masing-masing personal.
Tugas
yang paling sukar dan memerlukan waktu ialah mengorganisasi laboratorium.
Termasuk di dalam tugas ini adalah mengatur dan memelihara serta
mengadakn/membeli alat dan bahan, menjaga disiplin laboratorium dan menjaga
keselamatan di laboratorium.
Seorang
guru IPA diharapkan tidak hanya tahu bagaimana mengajarkan IPA sesuai dengan
bidangya, tetapi juga harus tahu bagaimana meneglola alat dan bahan pelajaran
IPA. Kepala sekolah/madrasah sebagai penanggung jawab sekolah secara keseluruhan,
baik administrasi kependidikan maupun teknis pendidikan, memerlukan beberapa
orang pembantu untuk melaksanakn tugasnya. Pembantu-pembantu ini diantaranya
wakil kepala sekolah. Di samping wakil kepala sekolah biasanya terdapat juga
koordinator mata pelajaran, misalnya koordinator mata pelajaran IPA, IPS,
bahasa, dan yang lainnya. Masing-masing koordinator ini bertanggung jawab atas
kemajuan dan kelancaran pelajaran yang dikoordinasinya.
E.
Pengadministrasian Alat dan Bahan
Lboratorium
Kegiatan
yang dimaksud dengan pengadministrasian alat dan bahn ini ialah mendaftar alat
dan bahan yang ada dalam kewenangannya dalam suatu sistem tertentu. Yang
termasuk di dalam daftra ini ialah berupa jumlah alat dan bahan yang telah
diterima atau dibeli, berapa yang hilang atau rusak atau habis dan berapa sisa.
Dari administrasi alat dan bahan ini dan dari hasil laporan akhir tahun
dibuatlah perencanaan untuk tahun berikutnya. Jadi, jika administrasi ini
dikerjakan dengan baik, sekolah akan mudah merencanakan keperluan tahun
berikutnya tentang jenis alat yang akan dibeli dan bahan-bahan yang harus ada
untuk mengganti yang sudah habis atau rusak. Administrasi yang baik juga
memudahkan kepala sekolah untuk memberikan laporan periodik kepada atasnnya
tentang alat dan bahan inventaris yang menjadi wewenang kepala sekolah.
Pengadministrasian
alat dan bahan laboratorium meliputi: tersedianya administrasi yang lengkap, meliputi
buku inventaris barang, kartu stok, kartu peminjaman, buku harian, kartu
alat/bahan yang rusak, tata tertib laboratorium, dan lain-lain.
BAB III
HASIL OBSERVASI
HASIL OBSERVASI
A. PROFIL
SMA NEGERI 1 PURWADADI
SMA
NEGERI 1 PURWADADI adalah sebuah institusi pendidikan dalam pencapaian
tujuannya sangat didukung oleh berbagai komponen. Salah satunya adalah
Laboratorium Fisika. Laboratorium fisika adalah hal yang sangat mendasar dalam
terlaksananya suatu proses pendidikan fisika untuk mencapai hasil pembelajaran
fisika yang lebih baik.
Keberadaan
laboratorium fisika juga perlu didukung oleh berbagai program yang baik agar
dapat mencapai tujuan yang direncanakan dan mengacu kepada Visi dan Misi SMA NEGERI
1 PURWADADI. Penyusunan program yang baik dan terencana akan menciptakan suatu
pengembangan dan pemeliharaan Laboratorium fisika ke depan. Hal ini akan
mendukung tingkat keberhasilan Program yang ingin dicapai sekaligus memberikan
tingkat ketercapaian Visi dan Misi SMA NEGERI 1 PURWADADI.
B. HASIL
OBSERVASI
1.
Inventaris Alat dan Bahan
Untuk memudahkan pengecekan, penggunaan, pemeliharaan, dan
terutama pertanggungjawaban, semua fasilitas dan alat-alat/bahan di
laboratorium harus diadministrasikan. Untuk administrasi ini diperlukan
beberapa buku perangkat administrasi yang meliputi: buku inventaris, kartu
stok, kartu permintaan/peminjaman alat/bahan, buku catatan harian, kartu
alat/bahan yang rusak, dan kartu reparasi. Namun, kami hanya mendapatkan kartu
inventaris ruangan dan daftar alat laboratorium fisika yang baru dibeli,
dikarenakan kondisi SMA NEGERI 1 PURWADADI yang sedang dalam proses pembenahan
Lab (dari lab IPA menjadi lab fisika, lab kimia, dan biologi).
KARTU
INVENTARIS RUANGAN
Propinsi : JAWA BARAT
Kabupaten : SUBANG
Unit
: DINAS PENDIDIKAN
Satuan
Kerja : SMA NEGERI 1 PURWADADI
Ruangan
: LAB IPA
|
No
|
Nama Barang
|
Tahun
Pembelian
|
Jumlah Barang
(satuan)
|
Keadaan Barang
|
||
|
Baik
|
Kurang Baik
|
Rusak Berat
|
||||
|
1.
|
Papan Tulis
|
2008
|
2 buah
|
2
|
|
|
|
2.
|
Meja Kayu
|
2008
|
25 buah
|
34
|
|
|
|
3.
|
Kursi Kayu
|
2008
|
34 buah
|
34
|
|
|
|
4.
|
Rak Besi
|
2000
|
1 buah
|
1
|
|
|
|
5.
|
Lemari kaca
|
2005
|
2 buah
|
2
|
|
|
|
6.
|
Lemar kaca Besar
|
2008
|
3 buah
|
3
|
|
|
|
7.
|
Westafel
|
2008
|
2 buah
|
2
|
|
|
|
8.
|
Meja Kayu P
|
2008
|
2 buah
|
2
|
|
|
|
9.
|
Meja Demonstrasi
|
|
2 buah
|
2
|
|
|
|
10.
|
Modul Kerangka Manusia
|
|
1 buah
|
|
|
1
|
|
11.
|
Modul Tubuh Manusia
|
|
1 buah
|
1
|
|
|
|
12.
|
Preparat Mitosis
|
|
10 buah
|
5
|
|
5
|
|
13.
|
Preparat Meiosis
|
|
10 buah
|
5
|
|
5
|
|
14.
|
Preparat Anatomi Tumbuhan
|
|
10 buah
|
5
|
|
5
|
|
15.
|
Preparat Anatomi Hewan
|
|
10 buah
|
5
|
|
5
|
|
16.
|
Tabung Reaksi
|
|
15 buah
|
5
|
|
10
|
|
17.
|
Pemasak Spirtus
|
|
5 buah
|
2
|
|
3
|
|
18.
|
Kasa
|
|
5 buah
|
3
|
|
2
|
|
19.
|
Neraca
|
|
6 buah
|
2
|
|
4
|
|
20.
|
Termometer Suhu Tach
|
|
5 buah
|
2
|
|
3
|
|
21.
|
Higrometer Puter
|
|
5 buah
|
2
|
|
3
|
Tabel
1. Kartu Inventaris Ruangan
DAFTAR
INVENTARIS ALAT LABORATORIUM FISIKA
SMA
NEGERI 1 PURWADADI
|
NO
|
Kode
Produksi
|
Nama
Alat
|
Jumlah
|
|
1.
|
FSC 11
|
Alat Pascal
|
1
Pcs
|
|
2.
|
FPA 15
|
Alat Konduksi
Kalor
|
1
Pcs
|
|
3.
|
FPA 21
|
Alat Konveksi
Dalam Zat Cair
|
1
Pcs
|
|
4.
|
FME 75
|
Alat Gaya
Sentripetal
|
1
Pcs
|
|
5.
|
FPA 34.00
|
Alat Muai Zat
Cair
|
1
Set
|
|
6.
|
FPA 38.00
|
Alat Muai
Panjang Musschenbroek
|
1
Set
|
|
7.
|
FGE 26
|
Alat Resonansi
|
1
Pcs
|
|
8.
|
KAL 21
|
Amperemeter 0
– 500 mA DC
|
1
Pcs
|
|
9.
|
FPT 40
|
Balok Kaca 110
x 60 x 19 mm
|
1
Pcs
|
|
10.
|
FSG 12
|
Barometer
Aneroid
|
1
Pcs
|
|
11.
|
FPT 13.00
|
Bangku Optik
|
1
Set
|
|
12.
|
FME 51.09/10
|
Beban 50 gr
|
1
Pcs
|
|
13.
|
GSN 125 01
|
Beban 25 gr
|
1
Pcs
|
|
14.
|
FPT 33/005
|
Cermin Cekung Ø
50, f = +50 mm
|
1
Pcs
|
|
15.
|
FPT 33/010
|
Cermin Cekung Ø
50, f = +100 mm
|
1
Pcs
|
|
16.
|
FPT 33/015
|
Cermin Cekung Ø
50, f = +150 mm
|
1
Pcs
|
|
17.
|
FPT 33/020
|
Cermin Cekung Ø
50, f = +200 mm
|
1
Pcs
|
|
18.
|
FPT 33/025
|
Cermin Cekung Ø
50, f = +250 mm
|
1
Pcs
|
|
19.
|
FPT 33/030
|
Cermin Cekung Ø
50, f = + 300 mm
|
1
Pcs
|
|
20.
|
FPT 36/005
|
Cermin Cembung
Ø 50, f = -50
|
1
Pcs
|
|
21.
|
FPT 36/010
|
Cermin Cembung
Ø 50, f = -100
|
1
Pcs
|
|
22.
|
FPT 36/015
|
Cermin Cembung
Ø 50, f = -150
|
1
Pcs
|
|
23.
|
FPT 36/020
|
Cermin Cembung
Ø 50, f = -200
|
1
Pcs
|
|
24.
|
FPT 36/025
|
Cermin Cembung
Ø 50, f = -250
|
1
Pcs
|
|
25.
|
FPT 36/030
|
Cermin Cembung
Ø 50, f = -300
|
1
Pcs
|
|
26.
|
FGE 21
|
Garpu Tala
|
1
Set
|
|
27.
|
FGE 22
|
Garpu Tala
pada Kotak Resonansi
|
1
Set
|
|
28.
|
KAL 30
|
Galvanometer
|
1
Pcs
|
|
29.
|
FSG 20/S
|
Alat Hukum
Boyle, Plastik
|
1
Pcs
|
|
30.
|
KPK 45
|
Jangka Sorong
|
1
Pcs
|
|
31.
|
FLS 51
|
Jembatan
Wheatstone
|
1
Pcs
|
|
32.
|
FPA 50/10
|
Kalori Meter
Joule
|
1
Pcs
|
|
33.
|
FME 37
|
Katrol Satu
Roda
|
1
Pcs
|
|
34.
|
FME 40
|
Katrol Dua
Roda
|
1
Pcs
|
|
35.
|
FME 43
|
Katrol Meja,
Alumunium
|
1
Pcs
|
|
36.
|
FPT 55
|
Prisma
Segitiga Sama Sisi 60 x 60 x 60 mm
|
1
Pcs
|
|
37.
|
FPT 50
|
Prisma
Segitiga Siku-siku 40 x 40 x 40 mm
|
1
Pcs
|
|
38.
|
FME 60
|
Kereta
Dinamika, 1 Kg
|
1 Set
|
|
39.
|
FMA 58
|
Kompas
|
1
Pcs
|
|
40.
|
PEF 320
|
Kompas
Perajah, Plastik
|
1
Pcs
|
|
41.
|
FEM 48/020
|
Kumparan 300
lilitan
|
1
Pcs
|
|
42.
|
FEM 48/030
|
Kumparan 600
lilitan
|
1
Pcs
|
|
43.
|
FEM 48/050
|
Kumparan 1200
lilitan
|
1
Pcs
|
|
44.
|
FEM 48/065
|
Kumparan 3600
lilitan
|
1
Pcs
|
|
45.
|
FPT 80/050
|
Lensa Bikonkaf
Ø 50, f = -50 mm
|
1
Pcs
|
|
46.
|
FPT 80/100
|
Lensa Bikonkaf
Ø 50, f = -100 mm
|
1
Pcs
|
|
47.
|
FPT 80/150
|
Lensa Bikonkaf
Ø 50, f = -150 mm
|
1
Pcs
|
|
48.
|
FPT 80/200
|
Lensa Bikonkaf
Ø 50, f = -200 mm
|
1
Pcs
|
|
49.
|
FPT 80/250
|
Lensa Bikonkaf
Ø 50, f = -250 mm
|
1
Pcs
|
|
50.
|
FPT 80/300
|
Lensa Bikonkaf
Ø 50, f = -300 mm
|
1
Pcs
|
|
51.
|
FPT 80/500
|
Lensa Bikonkaf
Ø 50, f = -500 mm
|
1
Pcs
|
|
52.
|
FPT 60/050
|
Lensa
Bikonveks Ø 50, f = +50 mm
|
1
Pcs
|
|
53.
|
FPT 60/100
|
Lensa
Bikonveks Ø 50, f = + 100 mm
|
1
Pcs
|
|
54.
|
FPT 60/150
|
Lensa
Bikonveks Ø 50, f = +150 mm
|
1
Pcs
|
|
55.
|
FPT 60/200
|
Lensa
Bikonveks Ø 50, f = +200 mm
|
1
Pcs
|
|
56.
|
FPT 60/250
|
Lensa
Bikonveks Ø 50, f = +250 mm
|
1
Pcs
|
|
57.
|
FPT 60/300
|
Lensa
Bikonveks Ø 50, f = +300 mm
|
1
Pcs
|
|
58.
|
FTP 60/500
|
Lensa
Bikonveks Ø 50, f = +500 mm
|
1
Pcs
|
|
59.
|
FMA 21/090-20
|
Magnet Batang Persegi 90 x 20 x 10 mm
|
1 Pack
|
|
60.
|
FMA 21/075-20
|
Magnet Batang
Persegi 75 x 20 x 10 mm
|
1
Pack
|
|
61.
|
FMA 35
|
Magnet U
(U082)
|
1
Pcs
|
|
62.
|
FMA 38
|
Magnet Jarum
dengan Penumpu
|
1
Pcs
|
|
63.
|
FMA 37/001
|
Magnet Tapal
Kuda8 x 28 x 25 mm
|
1
Pcs
|
|
64.
|
KAL 45
|
Multimeter
Analog, SUNWA YX-360TRn
|
1
Pcs
|
|
65.
|
FSP 26/005
|
Neraca Pegas 5
N
|
1
Pcs
|
|
66.
|
FSP 26/010
|
Neraca Pegas
10 N
|
1
Pcs
|
|
67.
|
FGE 25
|
Pipa Organa
|
1
Pcs
|
|
68.
|
FGE 35
|
Slinki Ø 75 mm
|
1
Pcs
|
|
69.
|
FSC 30
|
Tabung
Berneouli
|
1
Pcs
|
|
70.
|
FSG 31.00
|
Model Teori
Kinetik
|
1
Pcs
|
|
71.
|
KTE 20
|
Termometer Air
Raksa -10°C - 110°C
|
1
Pcs
|
|
72.
|
KTE 70
|
Termometer
Dinding
|
1
Pcs
|
|
73.
|
FLS 20.31/27
|
Pemegang
Baterai
|
1
Pcs
|
|
74.
|
PAD 01
|
Pemegang
Baterai
|
1
Pcs
|
|
75.
|
FME 66
|
Pewaktu Ketik
|
1
Pcs
|
|
76.
|
FET 23.03
|
Transistor
2SD438
|
1
Pcs
|
|
77.
|
KAL 64
|
Transformator
|
1
Pcs
|
|
78.
|
KAL 15
|
Voltmeter 0 – 15 V DC
|
1 Pcs
|
|
79.
|
FAL 29
|
Pembangkit
Getaran
|
1
Pcs
|
|
80.
|
KAB 32
|
Tabung U
|
1
Pcs
|
|
81.
|
KBR 30/025
|
Buret 25 ml,
Keran Kaca
|
1
Pcs
|
|
82.
|
KST 36/04
|
Klem Bosshead
|
1
Pcs
|
|
83.
|
CKT 55/010
|
Kertas Lakmus
Biru (10 buku/pak)
|
1
Pack
|
|
84.
|
CKA 97/100
|
Kalium Yodida
(100 gr/botol)
|
1
Bottle
|
|
85.
|
FPA 50
|
Kalorimeter
|
1
Pcs
|
|
86.
|
KBS 25/060
|
Pembakar
Spirtus 60 ml, Stainless Steel
|
1
Pcs
|
|
87.
|
KKA 64/010
|
Kawat Kasa 14
x 14 cm tanpa keramik
|
1
Pcs
|
|
88.
|
KBS 28/100
|
Pembakar
Spirtus 100 ml, kaca
|
1
Pcs
|
|
89.
|
KKA/010
|
Segi tiga,
Porselain
|
1
Pcs
|
|
90.
|
KBA 21/20
|
Batang Pengaduk
Ø 5 x 200 mm, Kaca
|
1
Pcs
|
|
91.
|
KPP 70/150
|
Pipet Tetes 15
cm
|
1
Pcs
|
|
92.
|
KKW 71-D
|
Stopwatc
Digital
|
1
Pcs
|
Tabel
2. Daftar Inventaris Alat
2.
Struktur Organisasi Laboratorium Fisika
SMAN 1 PURWADADI
![]() |
Keterangan:
Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi Laboratorium
Tugas dan Fungsi
1. Kepala Sekolah :
1. Kepala Sekolah :
1)
Memberi
tugas kepada penanggung jawab teknis laboratorium IPA dan penanggung jawab mata
pelajaran (fisika, kimia, dan biologi).
2)
Memberikan
bimbingan, motivasi, pemantauan dan evaluasi kepada petugas-petugas
laboratorium IPA.
3)
Memberikan
motivasi kepada guru-guru IPA dalam hal kegiatan laboratorium IPA.
4)
Menyediakan
dana keperluan operasional laboratorium.
2. Kepala
Laboratorium
1)
Bertanggung
jawab atas kelengkapan administrasi laboratorium
2)
Bertanggung
jawab atas kelancaran kegiatan laboratorium IPA
3)
Mengusungkan
kepada kepala sekolah tentang pengadaan alat/bahan laboratorium
4)
Bertanggung
jaawb atas kebersihan, penyimpanan, perawatan, dan perbaikan alat.
5)
Mengkoordinasi
guru mata pelajaran (fisika, kimia, dan biologi)
6)
Menyusun
jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
7)
Mengatur
penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
8)
Memelihara
dan perbaikan alat-alat laboratorium
9)
Inventarisasi
dan pengadministrasian peminjaman alat-alat laboratotium
10)
Menyusun
laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium
3.
Program
Kerja Laboratorium Fisika SMA NEGERI 1 PURWADADI
Program
kerja laboratorium fisika SMA NEGERI 1 PURWADADI mengacu pada visi dan misi SMA
NEGERI 1 PURWADADI. Namun, kami hanya mendapatkan data program kerja
laboratorium IPA tahun pelajaran 2011/2012, karena pada tahun ini terjadi
pergantian struktur organisasi laboratorium di SMA NEGER1 PURWADADI dan
perubahan laboratorium IPA menjadi laboratorium fisika, laboratorium kimia, dan
laboratorium biologi. Jadwal praktikum (pengguanaan Laboratorium) yang kami
dapatkan pun hanya jadwal praktikum tahun pelajaran 2011/2012, karena kondiai
laboratorium yang masih dalam pembenahan.
4.
Denah
dan Tata Letak Laboratorium Fisika SMA NEGERI 1 PURWADADI
a.
Denah

|
![]() |
|||||
Cahaya
|
|||||||||||
ventilasi
|
|
|
|||||||
Gambar 2. Denah Laboratorium
Fisika
b.
Tata
Letak
Letak laboratorium fisika di SMA NEGERI 1 PURWADADI
bersebelahan dengan laboratorium kimia dan laboratorium biologi. Lokasi
laboratorium fisika di sini sudah cukup memenuhi persyaratan umum bagi suatu
laboratorium yaitu ruangan cukup luas, penerangan optimal, baik penerangan
alami ataupun buatan dan sirkulasi udara bersih dan lancar.
Luas
laboratorium fisika yaitu 192
, termasuk di dalamnya terdapat 10 meja
(panjang 2,4 m dan lebar 60 cm), kursi, lemari, dan rak. Jarak papan tulis
dengan meja siswa siswa paling depan tidak terlalu jauh yaitu sekitar 2 m. Lemari
penyimpanan barang tersusun di belakang. Terdapat beberapa bak cuci di dinding
sebelah kiri Lab untuk siswa, dan satu bak cuci di pojok kiri depan untuk guru
pembimbing.
Penerangan alami didukung oleh adanya
kaca di dinding sebelah kiri dan kanan Lab, serta penerangan buatan berupa
beberapa lampu. Sirkulasi udara bersih dan lancar didukung oleh adanya
ventilasi udara di dinding sebelah kanan Lab, beberapa kipas angin dan adanya
taman kecil di depan Lab.
Laboratorium fisika di SMA NEGERI 1
PURWADADI belum dilengkapi dengan ruang penunjang kegiatan praktikum (ruang
persiapan, ruang penyimpanan/gudang, ruang gelap, dan ruang timbang).
5.
Tata
Tertib Laboratorium fisika SMA NEGERI 1 PURWADADI
1)
Siswa
tidak dibenarkan masuk ke dalam Laboratorium tanpan izin Guru Pembimbing.
2)
Siswa
masuk Laboratorium tidak dibenarkan memakai sepatu.
3)
Siswa
masuk Laboratorium tidak dibenarakan membawa makanan.
4)
Siswa
diwajibkan menempati tempat yang sudah ditentukan sesuai kelompok kerja.
5)
Alat
dan bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk praktikum.
6)
Jika
ada alat yang rusak siswa segera melaporkan kepada guru pembimbing.
7)
Jika
terjadi kecelakaan dalam praktikum segera melaporkan kepada guru pembimbing.
8)
Setelah
melakukan praktikum siswa harus mengembalikan alat/bahan ketempat semula dalam
keadaan bersih.
9)
Laboratorium
harus dalam keadaan bersih setelah selesai kegiatan
10) Kerusakan atau
kehilangan alat yang terjadi akibat kelalaian siswa, siswa atau kelompok
kerjanya harus menggantinya.
11) Siswa yang tidak
mengindahkan tata tertib dapat diberi sangsi/dikeluarkan dari laboratorium.
BAB IV
DISKUSI DAN PEMBAHASAN
A.
Saran
Peneliti kepada Pihak Sekolah
1. Pada inventaris
alat dan bahan :
Kami menyarankan pihak
Lab untuk menyusun kembali buku inventaris alat dan bahan Lab yang lengkap dan
utuh,
kartu stok, kartu peminjaman, buku harian, dan kartu alat/bahan yang rusak.
2. Pada struktur organisasi :
Kami menyarankan pihak Lab agar
menambahkan laboran pada struktur organisasi.
3.
Pada denah dan tata letak
Kami menyarankan agar disediakannya
ruang penunjang kegiatan praktikum (ruang persiapan, ruang penyimpanan/gudang,
ruang gelap, dan ruang timbang).
B.
Tanggapan
Pihak Sekolah
Pihak sekolah sangat menyambut baik dengan adanya
kunjungan/survei laboratorium ini, karena dengan adanya kunjungan ini, kami dan
pihak Lab dapat saling berdiskusi untuk melengkapi pengelolaan Lab di SMA
NEGERI 1 PURWADADI. Pihak sekolah pun menanggapi saran-saran yang kami berikan,
sebagai berikut:
1. Tanggapan atas saran untuk inventaris
alat dan bahan, pihak Lab menanggapinya dengan baik dan akan melengkapi buku
inventaris alat dan bahan Lab, serta akan membuat kartu stok, kartu
peminjaman, buku harian, dan kartu alat/bahan yang rusak.
2. Tanggapan atas saran untuk
menambahkan laboran, kendala yang dihadapi pihak sekolah adalah keterbatasan
pengelola Lab, sehingga tugas laboran dirangkap oleh penggung jawab Lab (Ketua
Lab).
3. Tanggapan untuk menyediakan ruang penunjang
praktikum, kendala yang dihadapi yaitu keterbatasan lahan dan biaya, sehingga
untuk penyimpanan alat dan bahan, persiapan praktikum, dll, segalanya dilakukan
di laboratorium fisika.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
kunjungan ini, kami dapat menyimpulkan bahwa pengelolaan laboratorium fisika di
sekolah menengah (SMA NEGERI 1 PURWADADI) masih harus diperbaiki dan dilengkapi.
Pengetahuan pengelolaan laboratorium sangat penting dimiliki oleh setiap pengelola
laboratorium khususnya Penanggung Jawab Laboratorium dan guru mata pelajaran
sebagai pelaksana teknis kegiatan laboratorium agar laboratorium berfungsi
sesuai standar dan terjaga keberlanjutan fungsinya.
B. Saran
Agar pengelolaan laboratorium di
sekolah menengah dapat berjalan dengan baik, maka kami menyarankan diadakannya pelatihan
untuk para pengelola laboratorium tingkat sekolah menengah. Atau bagi para
pengelola laboratorium (khususnya Penanggung Jawab Laboratorium) sebaiknya memperluas
pengetahuan tentang pengelolaan laboratorium dan menerapkannya dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Dirgantara,
Yudi. 2009. Pengelolaan Laboratorium IPA (Bahan Ajar Perkuliahan). Bandung :
UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
www.google.com, diakses pada
10 Nopember 2012, pukul : 14.00 WIB
http://wildanarchibald.wordpress.com/2012/05/29/laporan-kunjungan-atau-survei-pengelolaan-laboratorium/
LAMPIRAN

DOKUMENTASI













