Rabu, 21 Agustus 2013

Bisakah MESTAKUNG?




#Hari – 2
Sobat, rencanaku kemarin untuk bertnya pada pak Arif di luar jam pelajaran belum berhasil. Kemarin pak Arif buru-buru sekali katanya ada keperluan. Pak Arif malah memberikan aku sebuah buku, judulnya Mestakung, sobat tahu? Iya itu, buku Prof. Yohanes Surya, bapak Olimpiade Fisika Indonesia. Ketika aku lihat buku kotak berbentuk persegi, tidak tebal dan tidak terlihat rumus, buku apa ini? Kataku karena aku sebelumnya belum tau. Tapi aku yakin buku ini bagus untuk menunjang sika fisika ku, hee..semoga... ;)
Pagi ini ku langkahkan kaki dengan semangat naik satu tingkat sobat. Karena aku sudah kenal dengan Mestakung itu..haa ;) Dan aku pun menghadirkankannya dalam hidupku.
“Aku dikasih pinjem buku ini sama pak Arif, Lin.” Ceritaku pada Alina teman sebangku ku yang baik dan rajin baca.”
“wah, buku apa ini? Aku belum pernah melihatnya di perpus?”
“Ini Mestakung, Semesta Mendukung.” Kataku dengan semangat.
“Semesta mendukung?”
 
“Iya, jadi ternyata saat kita dalam keadaan kritis, kita akan berusaha menggunakan segenap kemampuan kita untuk memperoleh keadaan ynag ideal.”
“Wah, sepertinya bagus ya? Tapi aku masih kurang ngerti.”
“Bukan hanya bagus Lin, ini luar biasa. Ini menjadikan aku lebih semangat lagi menghadapi UN dan Sika Fisika yang sejati. Aku ingin menghadirkan Mestakung”
“Wihh..suka suka,. Aku suka liat kamu semangat kayak gini. Aku juga mau baca dong.”
“Iya boleh, tapi kita ijin dulu ya ke pak Arif. Sambil aku mau bilang terima kasih.”
“Memangnya dari buku itu kamu udah bisa menjawab....”
Tiba-tiba datanglah guru Bahasa Inggris ku. Kami pun langsung memulai pelajaran. Dalam hati aku berkata, memang buku ini memang belum mengantarkan aku ke puncak sika Fisika ku. Tapi buku ini menjadi tangga keduaku, setelah ikhlas, kemarin. Dengan Mestakung, aku akan membuat kondisi kritis, agar aku bisa melaju dengan lebih cepat dan fokus. Tapi ada tanya baru, bisakah Mestakung aku???

“Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
(QS. Al-Alaq : 5)

------ to be continue, insya Allah ;)                 

¯MESTAKUNG¯
Langkah tegap kaki ku
Dengarkan hentakanku
Kadang aku terjatuh
Tapi ku terus maju
Yeah....
Kejar dengan hatimu
Lakukan sungguh-sungguh
Apapun yang kau mau
Apapun impianmu
*Karena di dalam hidup ini
Tak ada yang tak mungkin
Reff :
Lihatlah kawan bulan masih bersinar
Terangi malam hidup terus berjalan
Raih mimpimu, bulatkanlah tekadmu
Mestakung, semesta mendukung

By : Prof. Yohanes Surya


"TANDA TANYA BESAR"

 
Hi sobat, perkenalkan namaku Sika. Unik ya namaku, mau tau kepanjangannya? Sika Fisika :D hee..
Bukan sih, itu nama panggilanku, bahkan bisa dibilang itu julukanku. Bisa tebak kenapa aku dijuluki seperti itu sobat? Aku yakin kalian semua menjawab hal yang sama, tapi maaf bukan itu sobat. Aku bukan orang yang suka fisika apalagi pandai fisika. Justru aku orang yang sama sekali belum mengerti fisika. Aku heran kenapa orang-orang juga sama dengan ku, sama-sama ga suka fisika, hmm. Kenapa pelajaran fisika itu terasa sulit. Tapi yang aku lebih herankan, kenapa ada orang bahkan tak sedikit orang  yang sangat menyukai fisika, yang setiap harinya berkutat dengan ilmu itu, yang berprestasi dengan fisika, yang hidup dengan fisika.
Aha, ting ting. Meski tanpa kejatuhan buah apel di kepala, atau tanpa aku mandi di bak mandi Archimedes, aku dapat melihat sesuatu menyala di pikiranku. Bukan bola lampunya Edison, aku justru membawa TANDA TANYA BESAR dikepalaku. Tanda Tanya inilah yang membuat teman-temanku memanggilku sika Fisika, padahal namaku Azki Nadhira. Lho? hee...
Ayo sobat, yang penasaran denganku, yang sama denganku, yang membawa TANDA TANYA BESAR di kepala tentang FISIKA seperti ku...Ayo temani aku sobat ;) Kita bersama yang akan berpetualang menjawab tuntas hingga tanda tanya besar ini berubah menjadi tanda seru yang tinggi! He...
Bersama, ayo kita mulai dengan mengucap Basamalah, agar Allah ridho dan memberkahi kita, Bismillahirrohmanirrahim.....
# Hari – 1
Tidak terasa aku sekarang telah naik kelas XII jurusan IPA. Iya, walaupun untuk fisika aku membawa tanda tanya, tapi untuk MIPA secara keseluruhan aku love it, he. Walau tidak semua yang aku suka, aku bisa. Tapi alhamdulillah, aku menikmatinya. Kembali ke fisika, sika Fisika gitu ;) he
Ternyata memasuki kelas XII ini sekolah langsung memberikan program persiapan menuju UN, yaitu pengayaan. Sedangkan mata pelajaran yang lain dicukupkan. Asyik juga belajar lebih difokuskan tanpa terlalu banyak beban mapel laninnya. Oh ya, hari ini aku sudah siap dengan tanda tanya besar ini. Kebetulan hari ini mapel pertama adalah fisika. Aku sudah sangat berharap bisa mulai mengupas misteri tanda tanya ini, hihihi..
Guru fisika ku bernama pak Arif. Diawal pertemuan beliau memperkenalkan terlebih dahulu karena beliau belum pernah mengajar angkatan kami di kelas X maupun XI. Ada yang menarik dari beliau, karena beliau berkata begini “Bapak mengajar fisika di sini dengan ikhlas. Dan bapak ingin kalian semua juga ikhlas belajar dan diajar mapel fisika oleh bapak. Ketika hati sudah ikhlas, insya Allah segalanya akan mudah dan berkah”. IKHLAS. Ya, itu kunci pertama dari segala sesuatu. Pantas saja “inamal a’malu bi niyat”, niat memang luar biasa pengaruhnya, niat ikhlas, hanya mengharapkan keridhoan Allah atau melakukan segala sesuatu karena Allah. Ya, itu. Ikhlas, aku sungguh ikhlas untuk belajar fisika. Aku ikhlas dengan tanda tanya ini. Dan aku ikhlas untuk berjuang menjawab tanda tanya ini, Bismillah, ikhlas.. J
Lanjut, pengayaan memberikan kenyamanan tersendiri. Karena merupakan inti sari dari satu mapel selama 3 tahun ini. Dan dari pengayaan ini semoga aku dapat me.....(ah takut bosen ya sobat kalau aku bilang tanda tanya terus, mana d atas judul petualanganku TANDA TANYA BESAR juga, hee.. mending ku rubah aja, biar simple tanda tanyaa besar jadi sika fisika) semoga aku dapat menjadi sika fisika yang sejati,aamiin J
Belum juga pak Arif memulai materinya, aku langsung nyamber pak arif dengan acungan tangan.
“Pak, boleh saya bertanya?”
“oh iya tentu boleh, siapa nama kamu?
Entah mungkin karena baru pertama kali aku bertanya di mapel fisika, aku merasa seisi kelas langsung memandangiku. Aku terbata karena gugup dan aku lupa meperkenalkan namaku.
“fi.sika..fisika..kenapa ya kok susah pak?”
“Baik, bapak akan jelaskan. Sebelumnya terimakasih pertanyaannya Sika.”
Sontak seisi kelas tertawa “hahaha...sika :D”
“lho kenapa?”
“bukan Sika pak.”
“Lho tadi bilang Sika?”
 “maaf pak, nama saya Azki Nadhira”
“lho jauh sekali dengan tadi?”
///..........hmm...ya begitulah awal mula nama Sika Fisika, sobat J
Dan tentang jawaban tentang pertanyaanku itu, begini teksnya “fisika tersa sulit karena kamu belum memahaminya.” Sekian.
Singkat dan jelas. Jelas belum cukup bagi Sika Fisika ku. Akhirnya aku putuskan untuk menyakan kembali di luar jam pelajaran nanti kepada pak Arif...hihihi
“Anak-anak, apakah kalian sudah tahu, fisika itu terbagi menjadi dua, yaitu fisika klasik & fisik modern?”
Cut, kata kunci lagi tuh ;)
Pertama, Klasik itukan jaman dulu, kata pak Arif fisika klasik = sebelum tahun 1900-an meliputi teori, konsep, hukum, dan percobaan, dalam 3 bidang :
1. Mekanika Klasik => gerak benda pada kecepatan normal
2. Termodinamika => panas, suhu, & kelakuan partikel
3. Elektro dinamika => listrik, magnet, optik, & radiasi
Yang kedua, FisMod = fisika Modern (tahun 1900 an kesana atau abad ke-20) => struktur yang lebih kecil.
Wah, subhannallah, indahnya ilmu Allah. Semua terurut dan tertata rapi. Beitupun dengan fisika J
“Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS. Al-Furqan : 2)
------to be continue, insya Allah ;)