Minggu, 23 Februari 2014

Sosok Dino Patti Djalal

“Dino Patti Djalal : Indonesia Bisa Mendunia”
Oleh: Vita Oktaviani

 
Dr. Dino Patti Djalal adalah Duta Besar RI untuk Amerika. Terlahir bukan di Indonesia tidak melunturkan rasa cintanya terhadap Indonesia.  Ia dilahirkan di Beograd, Yugoslavia dalam sebuah keluarga diplomatik pada 10 September 1965. Ayahnya, Profesor Hasjim Djalal, adalah Duta Besar Indonesia untuk Kanada dan Jerman, dan pakar internasional tentang hukum laut.
Siapa yang sangka orang nomor satu di KBRI Washington ini pernah menjadi tukang cuci piring di kantor tersebut. Saat remaja, Dino sudah tinggal di Amerika, karena ayahnya seorang wakil Dubes di sana. Seperti remaja di Amerika pada umumnya, di samping menjadi pelajar Dino memiliki pekerjaan sambilan. Selain menjadi tukang cuci piring, Dino juga pernah menjadi pelatih tenis, penjaga tiket bisokop, koki di restoran, towel boy di tim baket, dan menjasi asisten dosen. Berbagai pekerjaan ia lakukan, tetapi tetap kecintaannya pada ilmu politik dan diplomasi.
Ada pengalaman menarik ketika Dino remaja bekerja di KBRI. Selain menjadi tukang cuci piring, Dino pernah menjadi tukang bersih-bersih gudang di kantor tersebut. Dan saat membersihkan gudang, Dino menemukan sebuah buku yang berjudul “Di Bawah Bendera Revolusi” yang berisi kumpulan pidato dan tulisan Bung Karno. Buku tersebut sangat menginspirasi Dino sehingga semakin menambahkan kecintaannya pada ilmu politik dan diplomasi.
Riwayat pendidikan Dino Pati Djalal antara lain sempat menjalani pendidikan Islam (Muhammadiyah SD dan SMP Al Azhar Tinggi) dan pendidikan Barat - ia lulus dari Maclean High School di Virginia pada tahun 1981 pada usia 15 tahun. Lalu kemudian ia memperoleh gelar Bachelor's Degree in Political Science dari Carleton University (Ottawa, Kanada) dan gelar Master in Political Science dari Simon Fraser University (British Columbia, Kanada). Pada tahun 2000, ia menerima gelar Doktor dari London School of Economics dan Ilmu Politik, setelah menyelesaikan dan mempertahankan tesis mengenai diplomasi preventif di bawah pengawasan para ulama terkemuka di Asia Tenggara almarhum Profesor Michael Leifer.
Banyak gagasan yang telah dicetuskan Dino Patti Djalal. Pada tahun 2008, ia telah mendirikan “Innovative Leaders Forum” untuk mempromosikan kepemimpinan yang inovatif dari semua sektor masyarakat Indonesia. Ia membawa suatu visi yaitu menjadikan negara-negara dunia pro Indonesia. Dengan posisi strategis Indonesia dapat menjadi negara yang aman bagi negara lain, tidak ada yang memusuhi, begitu pula sebaliknya tidak ada negara yang Indonesia musuhi. Dino juga senantiasa mengajak pemuda Indonesia untuk memeluk globalisasi, bukan menghindari globalisasi. Hal tersebut dapat menjadi kekuatan besar bagi Indonesia untuk menghadapi era abad ke-21 ini, untuk menjadi Indonesia yang mendunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar