Jumat, 11 Juli 2014

Umrah mabrur, aamiin :)



                                                              Makkah al-Mukaramah @masjid Al-Haram
                                                                                Senin, 22 Juli 2014 (1435 H)


Alhamdulillah....
Baitullah... aku dapat menatapmu,,bahkan menyentuhmu.
Teringat jarak ribuan tahun dengan Rasul & para Nabi, aku yang bukan apa-apa ini, berkat kemurahan Allah, alhamdulillah dapat berada di sini. Di tanah yang Allah sucikan. Kota kelahiran Rasulullah SAW.
Makkah... kota yang dirindukan oleh jutaan bahkan mungkin milyaran orang islam di bumi ini. Pusat bumi yang cahayanya tetap benderang meski dilihat dari antariksa yang gelap & pekat. Putaran thawaf kami panjatkan do’a, dzikir, shalawat, apapun itu dengan penuh harap padaNya. Merangkai dan menjaga ketauhidan.
Allah, rabb ku, yang amat sangat Maha Baik, Maha Kuasa, terimakasih banyak ya Allah. Jadikanlah kami semua hamba Mu yang pandai mensyukuri nikmat Mu dan dapat menunjukkan kesyukuran kami dengan amanah di hidup ini.
Tanah suci yang Allah berkahi. Tanah suci yang segala kebaikan dilipat gandakan, begitupun kejahatan. Astagfirullahal adzim... Mengingat begitu banyaknya dosa & kekhilafan yang aku lakukan. Rasanya sungguh tidak ada pantasnya. Tiada daya tanpa kekuasaan Allah.
Alhamdulillah..umrah & serangkaian kegiatannya ini Allah memberikan aku begitu banyak nikmat & pelajaran hidup yang amat berharga.
Umrah...rangkaian ibadahvertikal & horizontal, habluminallah & habluminannas. Fisik & mental, jasmani & rohani.
Habluminallah,, bagaimana hati & seluruh jiwa ini menyadari bahwa kita tidak memilki apa-apa. Segalanya milik Allah. Kita ini hanya sekedar hamba-Nya. Merangkai ketauhidan. Tiada Tuhan selain Allah. Dalam hidup yang Allah amanahkan ini kita haruslah berpegang padaNYa. Apapun kita, potensi & kekurangan yang ada pada kita, itu semua insya Allah akan dapat berkah bila dijalankan dengan berpegang padaNya.
Allah yang Maha Adil, Maha Pengasih yang benar-benar mengasihi, Maha Penyayang yang benar-benar menyayangi. Benar manusia tidak dinilai berdasarkan keilmuannya, kekayaannya, warna kulit, tapi dari hatinya/imannya, tauhidnya. Semoga kita semua termasuk hamaNya yang sejati, yang selalu dekat denganNya, aamiin...
Habluminnas,, menyadarkan aku bahwa benar, sesama  muslim adalah bersaudara. Di sini aku menyadari dan merasakan bahwa aku tidak sendiri. Aku bukan orang yang tanpa keluarga besar, hehe.. Semua muslim adalah bersaudara. Nenek, kakek, paman, bibi, tante, oom, keponakan, kakak, adik, ada semua karena kita sesama muslim. Bersama, saling bahu membahu, berpegang tangan, saling menjaga, melindungi, membimbing, menghibur, menyayangi karena Allah...
:)
Subhanallah, walhamdulillah, allohu akbar..
Barakallah...
:)

  
  



“Ibadah vertikal & horizontal yang sangat manis.”
@Pusat bumi yang cahayanya tetap terlihat meski dari jarak ribuan tahun cahaya, Makkah al-Mukaramah
:)

“Semoga tertanam kuat bayang baitullah & telada Rasulllah dalam iman di hati ini, aamiin ya Rabb
#rindu yang takkan pernah hilang, Allah :)

“Yang lebih kumohonkan dari dapat datang lagi kesini adalah semoga Allah memanggil juga kedua orang tuaku, saudara2ku, sahabat2ku, guru2ku/dosen2ku, & semua orang yang merindukan baitullah, aamiin ya rabbal ‘alamin :)

Namun, tak dapat aku pungkiri bahwa aku pun sangat merindukanmu, baitullah..
mulai detik ku langkahkan kaki ku keluar dari pintu masjidil Haram, dan saat ku tatap langsung baitMu yang terakhir saat itu. Ku berdo’a memohon, semoga ini bukan terakhir kalinya aku memenuhi panggilanMu. Semoga Allah mengijinkan aku kembali merangkai ketauhidan & menjaganya di waktu yang baik nanti dengan imam ku nanti, aamiin ya Rabb
:)
Namun apabila Allah menuliskan bahwa saat itu adalah yang terakhir kalinya bagi ku, semoga Allah menerima semua amal ibadahku & mengampuni segala dosa2 ku, aamiin
:)
Semoga umrah kami merupakan umrah yang mabrur & membekas dalam menjalani setiap langkah hidup kami kedepannya, aamiin
:)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar